Jumat, 29 Januari 2016

CARA BUDIDAYA IKAN CUPANG
VERSI BAGUS ADITYA ADITAMA


MEMILIH INDUKAN IKAN CUPANG

    Untuk memulai budidaya ikan cupang, langkah pertama yang harus disiapkan adalah mendapatkan indukan yang baik.
Indukan yang baik sebisa mungkin dari keturunan unggul,kondisinya bugar,bebas penyakit dan cacat bawaan.

    Ciri ciri indukan yang telah menunjukkan siap kawin adalah sebagai berikut.

UNTUK CUPANG JANTAN:

= Berumur 4-8 bulan
= Bentuk badan panjang
= Siripnya panjang dan warnanya terang atraktif
= Gerakannya lincah

UNTUK CUPANG BETINA:

= Berumur 3-4 bulan
= Bentuk badan membulat, bagian perut sedikit buncit
= Siripnya pendek dan warnanya kusam tidak menarik
= Gerakannya lambat

PEMIJAHAN IKAN CUPANG

   Setelah indukan jantan dan betina siap untuk memijah, sediakan tempat berupa akuarium kecil dengan ukuran kurang lebih 20x20x20 cm. siapkan juga tempat ikan betina semacam gelas transparan. sediakan juga tumbuhan air seperti eceng gondok.
   Dalam 1x perkawinan, ikan cupang bisa menghasilkan hingga 1000 telur. telur tersebut akan menetas dalam waktu 2-3 hari setelah pembuahan

   Indukan jantan bisa dikawinkan hingga 8 kali dengan interval waktu sekitar 2-3 minggu. sedangkan betina disarankanhanya dikawinkan 1x saja, bila dipaksakan, pada perkawinan berikutnya anakan ikan semakin didominasi kelamin betina.

BERIKUT LANGKAH2 PEMIJAHAN IKAN CUPANG

1. Isi tempat pemijahan  dengan air bersih setinggi 10-15 cm.               sebagai catatan hindari penggunaan air kemasan atau air pam           yang berbau kaporit.

2. Tambahkan kedalam wadah tesebut tanaman air. sebagai tempat     burayak berlindung. tapi jangan terlalu banyak karena tanaman         air berpotensi mengambil oksigen terlarut yang ada di air

3. Masukkan indukan jantan. lalu masukkan indukan                             betina tetapi di pisah. caranya ikan cupang betina dipasukkan ke     dalam gelas transparan dan benamkan ke dalam akuarium                 dimana ikan jantan berada, agar indukan jantan membuat                 gelembung yang berguna untuk menyimpan telur telurnya nanti.       biarkan satu hari sampai indukan jantan bembuat banyak                 gelembung

4. Setelah indukan jantan membuat banyak gelembung, masukkan       indukan betina. waktu pemijahan ikan cupang biasanya terjadi         sekitar pukul 7-10 pagi atau 4-6 sore. sebaikknya tutup dengan         wadah koran atau lainnya, letakkan ditempat yang terhindar dari     suara bising, karena ikan cupang cukup sensitif ketika kawin.

5. Setelah terjadi pembuahan angkat segera indukan betina, karena       yang bertugas merawat telur adalah indukan jantan. dengan             mulutnya indukan jantan akan memunguti telur yang telah               dibuahi dan meletakkannya pada gelembung gelembung tadi.           apabila indukan betita tidak diangkat, maka telur telur yang             dibuahi akan dimakan si betina.

6. Setelah kurang lebih 2-3 hari telur telur tersebut akan memjadi         burayak. selama 2 hari kedepan tidak perlu diberi makan karena       masih ada nutrisi yang terbawa dalam telur. indukan jantan juga       akan berpuasa selama menjaga burayak.

7. Setelah 2 hari terhitung sejak telur menetas, berikan kuning telur     rebus sampai hari ke 7. lalu burayak bisa di beri kutu air.                   pemberian pakan jangan terlalu banyak karena akan mengotori         air dan menyebabkan kematian pada burayak.

8. Indukan jantan bisa di ambil setelah 4 sampai 2 minggu,                   tergantung perilakunya. biasanya indukan yang baru pertama kali     dikawinkan akan memakan anaknya sendiri, jika indukan jantan       terlihat memakan burayak, indukan jantan bisa diambil.

9. Setelah 2 minggu sejak telur menetas pindahkan burayak tersebut     pada wadah yang lebih besar dan berikan kutu air atau jentik           nyamuk.

10. setelah 1,5 bulan, ikan sudah bisa dipilih berdasarkan jenis               kelamin, kemudian pisahkan ikan ikan tersebut ke wadah                 pembesaran


pakan sebaiknya diberikan sesering mungkin, misalnya 3-4 kali sehari. lebih baik sedikit sedikit tapi sering daripada banyak tapi jarang. hal ini untuk mengurangi resiko penumpukan sisa pakan yang bisa mengakibatkan berkembangnya penyakit.


TERIMA KASIH


SUMBER: alamtani